Sejarah Vans, Brand Sneaker yang Fenomenal di Dunia

Tidak bisa dimungkiri bahwa sepatu sneaker menjadi salah satu penentu penampilan seseorang terlihat keren. Salah satu brand sneaker yang tidak lekang oleh waktu adalah Vans. Bagaimana sih sejarah vans ini sehingga diminati banyak orang di belahan dunia mana pun?

Sejarah Singkat Vans

Sebelum Vans terbentuk dan menjadi salah satu brand paling diminati di dunia, pemiliknya Paul Van Doren pernah bekerja di salah satu pabrik sepatu, yaitu Randy’s. Paul bekerja sebagai buruk pembuat sepatu dan kerap ditugasi hal-hal receh seperti menyapu lantai, dan lain sebagainya.

Setelah bekerja selama 20 tahun lebih, karier Paul di Randy’s bisa dibilang lumayan baik. Ia beberapa kali mengalami kenaikan jabatan karena kinerja yang gemilang. Namun, hal itu tidak membuat Paul bersenang hati. Pengalamannya selama dua dekade tersebut malah membuatnya keluar dari brand tersebut.

Paul keluar dari Randy’s dan memutuskan membangun brand tersendiri di jalan 704# Broadway, Anaheim, California. Di sana, Paul bersama sejawatnya mendirikan perusahaan sepatu, yang merupakan cikal bakal dari brand yang sangat fenomenal saat ini, yakni Vans.

Paul mengawali perusahaan barunya dengan membuka sebuah toko sekaligus pabrik pada 1 Maret 1966. Ketika itu, toko baru tersebut hanya memajang beberapa sample sepatu. Nah, sistem yang diterapkan pada toko tersebut adalah by order, Paul hanya membuat sepatu apabila ada seseorang yang memesan sepatu.

Apabila ada yang mengorder sepatu, maka Paul akan langsung merancang dan menyelesaikannya di pabrik. Pada hari pertama pembukaan, toko tersebut dikunjungi 16 pengunjung. Tidak berselang lama, Vans pun mulai populer di kalangan anak sekolah, tim olahraga, bahkan cheerleader di California Selatan.

Pada saat itu pula Vans meluncurkan siluet pertamanya, Vans #44 yang kini lebih dikenal sebagai Vans Authentic. Penjualan Vans Authentic ini terbilang cukup sukses saat itu karena seluruh stock yang dibuat sekitar 12 stock habis pada saat itu juga.

Kemudian pada 1975, dua skater ternama Tony Alva dan Stacy Peralta mendapat ,kesempatan untuk mendesain salah satu siluet dari sneaker Vans. Sepatu yang mereka desain tersebut diberi nama Vans #95 yang kini lebih dikenal dengan Vans Era. Vans menjadi brand fenomenal yang menyebar pada akhir 70an yang saat itu memiliki 70 titik gerai sepatu di California.

Pada saat itulah Vans mulai menapaki kejayaannya dalam dunia skateboard. Pelan-pelan, brand ini mulai menjadi pilihan banyak para skater dan pemain sepeda BMX.

Di era 170-an Vans kembali merilis siluet terbaru tanpa tali dengan motif catur pada keseluruhan bodinya Vans #98 yang kini lebih dikenal sebagai Vans Slip On Checkerboard. Pada saat itu, sebuah perusahaan film, Universal Studios Holywood tengah mencari sepatu untuk property film Fast Times at Redgemont High yang kala itu dibintangi Sean Penn.

Berkat kolaborasinya dalam film itu, Vans menjadi brand yang sangat fenomenal dalam dunia skate. Sepatu yang didesain dengan tipe slip on bergambar kotak-kotak catur dan punya logo Off The Wall tersebut bahkan kerap dipakai oleh bintang-bintang rock besar seperti Foo Fighter, Iron Maiden, dan The Ting Tings.

Atas hal ini pula banyak anak muda dari berbagai golongan seperti pekerja kreatif, anak band, hingga seniman yang menggunakan sepatu Vans. Brand ini menjadi sangat besar juga disebabkan banyak atlet skateboard yang menggunakan Vans untuk berselancar.

Hal ini yang membuat Vans menjadi brand yang penting  dalam industri papan luncur. Tentu saja, tidak lepas dari tampilannya yang sederhana, nyaman dipakai, dan dibanderol dengan harga yang lebih murah daripada sepatu sejenisnya.

Vans Pernah Bangkrut

Hanya saja, kesuksesan tersebut justru membuat Vans tidak fokus mengembangkan bisnisnya. Pada 1980an Paul dkk mendesain sepatu untuk banyak jenis olahraga seperti baseball, basket, gulat hingga penari breakdance. Hal ini dilakukan untuk mencoba berkompetisi dengan perusahaan sepatu lainnya.

Bukannya lebih baik, Vans malah menghabiskan banyak sekali dana untuk melakukan promosi untuk produk-produknya tersebut. Hingga pada 1983, Vans pun bangkrut.

Kemudian, Paul dkk pun mulai menaruh fokus pada akar atau asal mula perkembangan brandnya, yaitu skateboard. Dalam jangka waktu tiga tahun saja, Vans dapat melunasi seluruh utangnya dan mulai membangun pabrik-pabrik di negara asing lain sejak 1994. Pada saat inilah Vans mulai membuka ruang untuk kolaborasi-kolaborasi baru.

Kemudian, pada 1998, Vans membuka studio skate indoor seluas 46 ribu kaki di Orange County, California. Capaian tersebut berkembang terus hingga 2000 dan 2001, Vans menjadi perusahaan kecil terbaik di seluruh Amerika.

Rekomendasi Sepatu Vans Pria Terbaru 2021

Setelah mengetahui sejarah singkat tentang brand sneaker yang identik dengan skateboard ini, tentu saja kamu ingin langsung membelinya, bukan? Berikut ini kami berikan rekomendasi sepatu vans pria terbaru dan terkeren pada 2021!

Vans EVDNT UltimateWaffle

Kali ini vans memperkenalkan siluet dan inovasi terbesar brand mereka saat ini, yaitu EVDNT UltimateWaffle. Siluet ini merupakan siluet pertama yang membawa konstruksi UltimateWaffle yang sangat empuk dan nyaman. Kemudian, Vans EVDNT UltimateWaffle ini juga menampilkan outsole yang tembus pandang, dan mengkombinasikannya dengan insole Ultracush. Dengan shank internal untuk bantalan yang membuat stabilitasnya lebih baik.

Nathanial Iott selaku Senior Director of Product Design dari brand ini menyebut ide kelusuruhan sepatu ini untuk menjaga kekuatan dan fungsi sepatu skate. Dengan menambahkan kenyamanan serta bantalan agar dapat digunakan sehari-hari.

Vans EVDNT ini sudah tersedia di official store Vans di Indonesia dibanderol dengan harga Rp 2.099.000.

Vans Vault x Patta Mean Eyed Cats

Vans Vault kembali berkolaborasi dengan Patta dengan menghadirkan tema Mean Eyed Cats. Sebagai informasi, kedua brand ini juga pernah berkolaborasi pada 2015 dan 2017 dengan tema yang sama. Hanya saja, kali ini mereka menghadirkan siluet Sk8-Hi dan Old Skool dengan tujuh colorway baru, yaitu hitam, putih, high risk red, silver pink, salute, aldmond buff, dan frost grey.

Setiap siluet diberikan print logo Patta dengan ukuran yang cukup besar pada bagian upper, teks “Mean Eyed Cats pada midsole serta lace dengan font Patta. Koleksi anyar ini mulai dirilis sejak 9 Juli via webstore Patta.

Dime x Vans Wayvee

Tidak hanya Patta, Dime juga kolaborasi kembali dengan Vans membawa siluet baru yang unik, bernama Wayvee. Konsep sepatu ini menggabungkan beberapa elemen sepatu skate dari masa lalu dan mengkombinasikannya dengan pilihan material masa kini yang fungsional.

Kolaborasi ini hadir dengan dua warna khas Dime, yaitu Egret dan Evening Blue. Dari segi materialnya, upper sepatu ini bisa sangat identic dengan siluet sepatu pada tahun 90 dan awal 2000an. Tetapi, rilisan terbaru ini diperkuat dengan TPE mesh tembus pandang di baagian quarter panel dan toebox dengan lapisan suede yang supple sekali.

Salah satu material yang membuat sepatu ini terkesan futuristic, yaitu toe cap duracap buat kickflip. Hal ini juga membuat sepatu jadi tetap awet dan tahan lama. Ada juga sockliner khusus yaitu LuxeLine dan vulcanized Wafflecup outsole. Kabarnya, rilisan anyar ini akan dirilis pada 24 Juli mendatang.

BEDWIN & THE HEARTBREAKERS x Vault by Vans

Kemudian ada kolaborasi dari Vans Vault dan Bedwin & The HeartBreakers yang akan memakai siluet Authentic dan Old Skool. Label asal Jepang itu memakai inspirasi dari vintage Bandana untuk melanjutkan keterpengaruhan Americana dan West Coast pada capsule collection ini.

Kedua siluet vintage dari Vans tersebut dibuat dari bandana yang berbeda di setiap panelnya. Sehingga setiap pasang rilisan ini memiliki motif yang berbeda-beda. Vans Authentic akan hadir dengan tiga colorway bandana plus foxing stripe berwarna merah dengan logo Off the Wall pada bagian heel.

Kemudian, pada siluet Old Skool akan memakai base yang terbuat dari kombinasi material suede dan kanvas. Untuk panel stripe signature Old Skool dan juga pada lidah sepatunya memakai bandana.  Kolaborasi ini belum jelas kapan akan dirilis.

NEIGHBORHOOD x Vans Comfycush

Nah, bagi yang suka dengan brand Neighborhood, Vans baru mengumumkan kolaborasi sepatunya dengan brand tersebut. Bagi yang menyukai desain minimalis dan aksen warna yang gelap, pasti akan sangat menyukai rilisan ini. Pada bagian luar sol tertulis The Filth And The Fury. Di sampingnya tertulis brand Neighborhood yang menjadi tagline koleksi anyar ini. Koleksi ini akan dirilis dengan versi Comfycush yang empuk pada siluet Sk8 dan Era.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *